Sejumlah Tantangan Ecommerce Fulfillment Service

ilusrtrasi belanja

Order fulfilment yang dilakukan customer merupakan salah satu kunci sukses dalam bisnis ecommerce. Jika performa order tersebut terkesan tidak baik maka bisa mempengaruhi terhadap kepuasan pelanggan. Ada beberapa tantangan yang sering terjadi dalam operasional ecommerce fulfillment service  sebagai berikut.

Tantangan Order fulfillment Service

Ada beberapa tantangan atau rintangan order fulfillment service dimulai dari order flexibility, dimana terjadinya pembatalan atau perubahan order yang sering  sekali terjadi dalam waktu atau di menit-menit terakhir. Kemudian ada tantangan accuracy, dimana terjadi keakuratan dalam proses ecommerce fulfillment service dan terjadi kesalahan atau keliru sehingga berakibat kehilangan pelanggan.

Selanjutnya ada multichannel order management, dimana perusahaan hampir menggunakan model ini secara integrasi dalam menyediakan multichannel order yang dikenal sebagai omni channel. Terakhir ada tantangan complex distribution. Model ini berbeda dengan offline order, dimana setiap pesanan dalam ecommerce biasanya sangat banyak dalam ukuran kecil, sehingga proses delivery menjadi kompleks.

Penyebab Utama Fulfillment Service yang Kurang Efektif

Ketidakpuasan pelanggan akan menyebabkan ketidakakuratan hasil dari order, selain itu disebabkan dari proses order dengan waktu yang lama hingga pengantaran tidak sesuai dengan skedul. Umumnya permasalahan seperti ini dikarenakan oleh eksekusi dan perencanaan supply chain yang tidak cukup efektif. 

Tidak hanya itu, penyebab utama ecommerce fulfillment service yang kurang efektif mulai dari permintaan order yang tidak pasti, infrastruktur logistik kurang memadai, mengalami kesenjangan dalam berbagi informasi, dan distribusi keuangan yang kurang efisien. 

Solusi Perbaikan

Kamu perlu melakukan perbaikan dalam kegiatan order taking yang dengan logistik. Dalam bisnis ecommerce order taking didapatkan lewat webstore dan email. Perbaikan order taking diperlukan karena untuk memastikan kegiatan order tersebut bisa berjalan dengan cepat, efisien, dan operasi inventory dapat dipantau setiap waktu. 

Desain supply chain atau fulfillment service juga perlu dilakukan perubahan dari sub linear menjadi substructure. Karena dengan model ini konektivitas dengan pihak satu dan pihak lainnya menjadi lebih pendek dalam rangkaian supply chain. Demikian juga untuk tetap melakukan koordinasi dan kontrol antar pihak agar lebih efektif. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Mau nanya? Ngomong aja nggak usah malu +62 81113133344